Senin, 19 Desember 2016

Pertemuan 2: Peranan Filsafat, Obyek Filsafat, dan Teori Kebenaran

Peranan Filsafat

Pendobrak
Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertahan dalam tradisi dan kebiasaan. Dalam hal itu, manusia terlena dalam alam mistik dan mitos. Manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut. Orang beranggapan bahwa segala mitos dan takhayul itu merupakan bagian yang hakiki dari warisan tradisis nenek moyang dan segala tradisi itu tidak boleh diganggu gugat. Keadaan tersebut berlangsung cukup lama. Kehadiran filsafat telah mendobrak pintu-pintu tradisi yang begitu sakral. Kendati pendobrakan itu membutuhkan waktu yang cukup panjang, namun pada akhirnya filsafat telah berperan selaku pendobrak yang mencengangkan.

Pembebas
Sesungguhnya filsafat berupaya membebaskan manusia dari kekurangan dan kemiskinan pengetahuan. Filsafat pun membebaskan manusia dari cara berfikir yang tidak kritis yang membuat manusia mudah menerima kebenaran-kebenaran semu yang menyesatkan. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa filsafat membebaskan manusia dari segala bentuk sesuatu yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia.

Pembimbing
Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang mistis dengan membimbing manusia untuk berpikir secara rasional. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berpikir secara luas dan lebih mendalam, yakni berpikir secara universal dan menemukan esensi suatu permasalahan. Filsafat membebaskan manusia dari cara berpikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia untuk berpikir secara sistematis dan logis.



Obyek Filsafat

Obyek Material
Isi filsafat ditentukan oleh objek apa yang di fikirkan. Objek yang dipikirkan oleh filosof ialah segala yang ada dan mungkin ada, jadi luas sekali. Objek yang diselidiki oleh filsafat ini disebut objek material, yaitu segala yang ada dan mungkin ada tadi.

Obyek Formal
Selain objek material, ada lagi objek formal, yaitu sifat penyeledikan. Objek formal filsafat ialah penyelidikan yang mendalam. Artinya, ingin tahunya filsafat ialah penyelidikan yang mendalam. Kata mendalam artinya ingin tahu tentang objek yang tidak empiris. 



Persoalan Filsafat
  1. Persoalan keberadaan (being) atau eksistensi (existence). Persoalan keberadaan atau eksistensi bersangkutan dengan cabang filsafat yaitu metafisika (sesuatu yang ada dibalik benda-benda fisik).
  2. Persoalan pengetahuan (knowledge) atau kebenaran (truth). Pengetahuan ditinjau dari segi isinya bersangkutan dengan cabang filsafat yaitu epistemologi (asal mula pengetahuan). Sedangkan kebenaran  ditinjau dari segi bentuknya bersangkutan dengan cabang filsafat yaitu logika.
  3. Persoalan nilai-nilai (values). Nilai-nilai dibedakan menjadi dua, nilai-nilai kebaikan tingkah laku dan nilai-nlai keindahan. Nilai-nilai kebaikan tingkah laku bersangkutan dengan cabang filsafat yaitu etika. Nilai-nilai keindahan bersangkutan dengan cabang filsafat yaitu estetika.



Teori Kebenaran
  1. Teori kebenaran Koherensi, dapat melalui fakta sejarah apabila merupakan proposisi sejarah atau memakai logika apabila merupakan pernyataan-pernyataan yang bersifat logik. Contoh semua makhluk hidup membutuhkan air.
  2. Teori kebenaran korespondensi adalah persesuaian antara tentang fakta dan fakta itu sendiri. Jika suatu pertimbangan sesuai dengan fakta, maka pertimbangan ini benar. Jika tidak, maka pertimbangan itu salah.
  3. Toeri kebenaran pragmatis / inherensi adalah suatu proposisi itu bernilai benar apabila mempunyai konsekwensi-konsekwensi yang dapat dipergunakan atau bermanfaat.
  4. Teori kebenaran semantik yaitu bahwa proposisi itu ditinjau dari segi artinya atau maknanya. Apakah proposisi yang merupakan pangkal tumpunya itu mempunyai referensi yang jelas.
  5. Teori kebenaran sintaksis adalah suatu pernyataan memiliki nilai benar apabila pernyataan itu mengikuti aturan-aturan sintaksis yang baku.
  6. Teori kebenaran non deskripsi yaitu pengetahuan akan memiliki niai benar sejauh pernyataan itu memiliki fungsi yang amat praktis dalam kehidupan sehari-hari
  7. Toeri kebenaran logik yang berlebihan adalah  bahwa problema kebenaran hanya merupakan kekacauan bahasa saja dan hal ini akibatnya merupakan suatu pemborosan, karena pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logik yang sama yang masing-masing saling melingkupinya.

Pertemuan Pertama: Pengertian Filsafat

Pengertian Etimologis Filsafat
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia. Kata philosophia sendiri juga terdiri atas 2 kata yaitu philein yang berarti cinta (love) dan sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), sehingga secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan (love of wisdom).

Pengertian Terminologis Filsafat
1. Suatu sikap
2. Metode berpikir
3. Kelompok masalah
4. Kelompok teori
5. Analisis kritis bahasa dan pengertian
6. Pemahaman yang komprehensif






Titus dkk. menguraikan definisi filsafat berdasarkan watak dan fungsinya, antara lain
  1. Informal yaitu sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis.
  2. Formal yaitu sikap kritis atas kepercayaan yg dijunjung tinggi.
  3. Spekulatif yaitu hasil berbagai sains dan teknologi yg ditinjau dari pengalaman kemanusiaan.
  4. Logosentris yaitu analisis kata dan konsep.
  5. Aktual yaitu masalah yg berkembang di masyarakat dan dicarikan jawabannya oleh para ahli filsafat.


Ciri-ciri Berpikir Filsafat


  1. Radikal, yaitu sampai ke akar persoalan.
  2. Kritis, yaitu tanggap terhadap persoalan yg berkembang.
  3. Rasional, yaitu sejauh yang dapat dijangkau akal manusia.
  4. Reflektif, yaitu mencerminkan pengalaman pribadi.
  5. Konseptual, yaitu hasil konstruksi pemikiran.
  6. Koheren, runtut atau berurutan.
  7. Konsisten, yaitu berpikir lurus atau tidak berlawanan.
  8. Sistematis, yaitu saling berkaitan.
  9. Metodis, yaitu ada cara untuk memperoleh kebenaran.
  10. Komprehensif, yaitu menyeluruh.
  11. Bebas & bertanggungjawab.



Cabang Utama dan Cabang Khusus Ilmu Filsafat

Cabang Utama
Cabang Khusus
Metafisika
Filsafat Ketuhanan
Epistemologi
Filsafat Sejarah
Aksiologi
Filsafat Ilmu
Logika
Filsafat Poiltik dan Ideologi
Etika
Filsafat Hukum
Estetika
Filsafat bahasa
Filsafat Manusia
Filsafat Komunikasi



Hubungan Filsafat dengan Ideologi


  1. Filsafat sebagai pandangan hidup dari hasil berpikir yang kemudian dipakai acuan (gagasan), orientasi atau dasar karena meyakini kebenaran (realitas) yang tekandung di dalam pemikiran tersebut (ideologi).
  2. Ideologi dapat dikatakan pula sebagai konsep operasionalisasi dari suatu pandangan (nilai), jadi filsafat sebagi dasar dan sumber perumusan ideologi.


Perbedaan Filsafat dengan Ideologi
  1. Filsafat itu sistem berpikir contohnya seperti cara menyelesaikan persoalan, sedangkan idelogi itu sistem kepercayaan contohnya Tuhan itu satu dan tidak bisa dibantah lagi.
  2. Filsafat berawal dari ragu contohnya kita sering bertanya-tanya kenapa ada yang bilang ada hal mistis di lantai 5 pada suatu gedung, sedangkan ideologi itu berawal dari yakin contohnya memang    kita sudah mempercayai hal mistis pada contoh tadi atas sugesti dari orang lain.
  3. Filsafat berlandaskan logika contohnya seperti yang tadi ternyata kita tidak pergi ke lantai 5 karena dari lantai 1 kita harus menaiki banyak anak tangga dan menjadi kelelahan (bersikap kritis dan berpikir logis), sedangkan ideologi berlandaskan mitos contohnya bahwa di lantai 5 ada banyak penampakan dan kita percaya pada mitos itu.
  4. Filsafat untuk tujuan individual karena mungkin setiap orang memiliki penalaran yang berbeda-beda, sedangkan ideologi untuk tujuan kolektif karena memang sudah kesepakatan pada suatu kelompok.